Sekeras-kerasnya hatiku
, adalah menjadi lembut karenamu yang telah melafalkan namaku didalam setiap
do’amu . terimakasih , karena telah meluangkan waktu berhargamu untuku
Kau mendakatiku dengan
cara yang baik , dengan cara yang berbeda dengan yang lainnya, kau mengajarkan
ku dengan anggun gagah nan berani
bukan terus selalu
menggodaku disepanjang waktu
Melainkan dengan benar
kau mendakati dengan
siapa yang telah menciptakan kita
kau meminta dengan
tutur kata yang setulusnya
itulah mengapa aku
menjadi bangga . menjadi aku yang kamu pilih
impianku adalah semoga
kamu bisa mendapatkan impian mu
Dan semoga aku dalam
impianmu itu
jika perhatian tak
dapat kuberikan secara langsung
jika perasaan tak dapat
kutunjukan dengan setiap detiknya
ketahuilah , akan ada
jalan satu untuku agar selalu bisa menunjukannya
dalam lima waktu tak
lelah , kuikutsertakan selalu namamu
didalamnya
** **
Ketetapan Terindah
seringkali aku bertanya
pada diri sendiri , apakah kamu ditetapkan untuku atau tidak ? jika iya , kapan
hari itu akan datang ? jika bukan , kapan jawaban tegas itu datang ? jika
memang kamu adalah ketetapan yang tidak ditetapkan untuk menetap tetap untukku
. namun , kamu tetap ketetapan terindah , dan aku akan selalu tetap begitu .
pada tiap detik yang hinggap , dalam kebersamaan langit tamaram . aku memandang
penuh keyakinan , bahwa kamu adalah pilihanku .
** **
Mungkin
bagimu aku hanya seseorang yang tidak pandai dalam membuatmu nyaman. Tidak
seperti dia yang selalu bisa di sampingmu dan selalu menatap tepat matamu.
Namun ketauhilah, aku melakukan itu semua karena aku ingin menjaga pandanganku.
Dan dalam malam aku berharap, semoga doa-doaku ini dapat menenangkan hatimu,
dan jika dibolehkan, aku ingin memenangkan atas kamu."
** **
Aku sisipkan dalam laci-laci
hati ini, sikapku yang masih tandus sungguh memalukan hatiku. Aku hanya bisa
menunggumu di sini dengan hanya berharap. Berharap yang mengharuskan suatu saat
kamu harus datang ke sini, menemuiku. Tidak peduli kapan, yang penting kamu
harus datang! Dan barulah sekarang aku sadar, cinta bukan sesuatu yang bisa
dipaksakan. Menunggu bukanlah hanya sekedar menunggu tanpa ikhtiar yang jelas.
Aku lupa, saat itu aku tidak berteman dengan do’a. aku pun tidak berteman
dengan rasa sabar, terlebih ... dengan rasa ikhlas. Ikhlas untuk menerima
setiap takdir dari-Nya."
** **
Teruntuk kamu yang akan menjadi
kekasih halalku. Duhai Rabb, jagalah selalu ia dengan penjagaan terbaik-Mu
selama aku belum hak menjaganya. Teruntuk kamu yang nantinya akan membersamaiku
dunia dan akhirat. Mari kita bersabar dalam semurni ketaatan kepada-Nya,
meminta dipertemukan dalam ikatan halal yang diridhoi-Nya."
Mohon jaga selalu ketaanmu ,
sebab aku selalu berdoa
Meminta pasangan yang sholeh
dari Rabbku
Semoga itu kamu , dan tetap
kamu
